Background

Merekatkan Kedua Tangan = Mengawinkan Syetan ?


SATU LAGI desas-desus yang kini beredar dunia katanya, yang mungkin cukup mencengangkan sebagian orang, atau bahkan menggelitik dan nggemesin bagi sebagian lainnya. Apakah itu? Daripada membuat penasaran, langsung saja kami kabarkan, dan sekaligus kami ulas desas-desus itu.

Katanya sih, merekatkan kedua telapak tangan jari-jari sehingga tangan kanan dan kiri saling bersilangan itu sama halnya dengan mengawinkan syetan. Benarkah begitu?Malam itu, seusai shalat lsya', mas lmam tidak segera pulang ke rumah. la duduk diserambi masjid bersama beberapa temannya juga yang sama-sama baru saja mengikuti shalat lsya' berjamaah. Dalam sebuah obrolan ringan diserambi masjid tersebut, tiba-tiba mas lmam dibuat kaget perkataan oleh salah seorang teman yang dirasanya cukup aneh.

"Eh, tangan kamu jangan begitu, Mam! Kata embahku, itu artinya kamu mengawinkan syetan!" tegur salah seorang temannya di sela-sela mengobrol.

Mas lmam merasa heran dengan teguran aneh temannya itu. Seumur-umur, baru kali ini dirinya mendengar keyakinan semisal itu, Teman-teman yang lainpun pada diam. Tidak jelas apakah mereka mempercayai hal itu atau tidak, Kalau dibilang aneh, memang keyakinan itu adalah aneh. Dari sisi manapun.

Dari sisi jelaslogika, akal kita tidak dapat mencernanya dengan baik. Dari sisi syari'at, kita tidak menemui satupun penjelasan (dari al-Qur'an ataupun sunnah) yang menguraikan bentuk tipu daya syetan. Maka dari itu, hati-hati jebakannya. dengan jaring-jaring perangkap yang dipasang syetan untuk menyesatkan manusia ada dimana-mana. Kalau kita tidak hati-hati dan waspada, bisa-bisa kita terjerat didalamnya. Na'udzubillah midzalik.

Contohnya adalah tertanamnya sebuah keyakinan yang sama sekali tidak benar dalam hati manusia. Syetan paling jago merayu dan mengecoh hati manusia dengan bisikan-bisakannya. Bisikan-bisikan itu bisa berupa taburan benih-benih syak(keraguan) dalam hati. Seperti kisah di atas, dengan dengan membisikkan kata kata yang sama sekali salah kaprah menjadi sebuah keyakinan dalam hati manusia.

Bahkan keyakinan tersebut sampai terwariskan kepada generasi berikutnya "Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhannya manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syetan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.Dari (golongan) jin dan manusia." (QS. an Nas: 1-6)

Waspadalah dengan bujuk rayu syetan yang hendak membelokkan akidah kita, Berlindunglah kepada Allah ketika merasakan hembusan syak ataupun was-was dalam hati. Waspadalah! Waspadalah! Jangan nodai kesucian akidah Anda dengan debu-debu "katanya"

Categories: Share

Leave a Reply

COMMENT after Read this blog PLEASE

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Translate This Blog