Background

Demam Gelombang K-Pop Di Bolivia Cegah Kenakalan Remaja


Gelombang K-Pop kini melanda Bolivia. Uniknya K-Pop di negara itu telah berperan positif mencegah kenakalan remaja.
“Ada yang mengatakan bahwa fenomena K-Pop di Bolivia begitu panas sehingga bisa mencairkan salju permanen di Pegunungan Illimani di sekitar La Paz ibukota negara,” kata Duta Besar Korea Selatan untuk Bolivia, Chun Young-Wook baru-baru ini seperti dilansir Korea Times.
Sebelumnya pada 8 hingga 14 Mei, Kedutaan Besar Korea Selatan di Bolivia menggelar kontes K-Pop dance dalam ajang Korea Week dengan jumlah peserta mencapai 3.500 peserta. Antusiasme peserta bahkan ditunjukkan dari relanya mereka datang jauh-jauh ke ibukota Bolivia. Di antara dari mereka datang dari provinsi-provinsi terpencil dengan perjalanan lebih dari 10 jam.
"Sangat mudah untuk melihat kelompok pemuda berlatih tarian K-Pop di plaza La Paz dan menikmati drama Korea," ujar Chun.
Chun menilai Bolivia tidak memiliki budaya hiburan anak muda sampai datangnya K-pop. “Kebanyakan anak muda ada dari latar belakang miskin di tengah-tengah lingkungan pengangguran pemuda yang tinggi, dan banyak terjerat dalam kejahatan narkoba,” ungkapnya.
Untuk itu, Chun mengapresiasi bahwa K-Pop telah membuat dampak positif dalam menciptakan tahapan bagi anak-anak Bolivia untuk menunjukkan semangat dan energi mereka. "Untuk satu hal, K-Pop cocok bagi mereka karena terdiri kelompok menari yang membutuhkan kerjasama dan persahabatan," katanya.

Dua grup yang terkenal di negara itu adalah Girls Generation (SNSD) dan TVXQ.
"Saya tahu sulit bagi mereka (SNSD dan TVXQ) untuk mengunjungi Bolivia untuk pertunjukan. Tetapi jika mereka melakukannya, itu akan menjadi berita yang sangat besar bagi orang-orang muda di Bolivia. Dan saya berharap itu akan terjadi," katanya.
Pemerintah Bolivia telah mendukung kampanye kedutaan untuk acara K-Pop, dan akan memberikan bantuan lebih lanjut di masa mendatang.
"Pejabat dari pemerintah kota sangat menghargai kontes K-Pop, menggambarkan mereka para kaum muda yang ingin berubah menjadi pemuda Bolivia lebih aktif dan positif," tuturnya.
"Sebelumnya, orang Bolivia, yang digunakan untuk menjadi akrab dengan sistem sosialis, tidak memiliki pemahaman tentang Korea dan rakyatnya. Tapi sekarang situasi telah berubah. Mereka mencintai dan menikmati budaya Korea Pop.”



via aigoonews

Categories: Share

Leave a Reply

COMMENT after Read this blog PLEASE

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Translate This Blog